Ringkasan Eksekutif
Evaluasi pemahaman Visi Keilmuan Program Studi dilakukan pada bulan September 2022. Survei ini mengukur tingkat keberhasilan sosialisasi dan ketercapaian pemahaman (berdasarkan metrik Top-2 Boxes: persentase responden yang menjawab "Setuju" atau "Sangat Setuju") dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Total responden yang berpartisipasi adalah 168 responden.
Total Responden
168
Pemahaman Internal
100%
Rerata Mhs (2019-2022)
86.8%
Rerata Eksternal
74.5%
Pemahaman per Stakeholder
Persentase ketercapaian pemahaman visi keilmuan per kategori.
Pemahaman Mahasiswa per Angkatan
Persentase ketercapaian berdasarkan tahun angkatan aktif.
Analisis Stakeholder Umum
Berdasarkan instrumen evaluasi yang disebarkan kepada 168 responden, tingkat pemahaman secara umum telah menunjukkan hasil yang positif.
- Pihak Internal (Dosen & Tendik): Tingkat pemahaman dan implementasi telah mencapai angka maksimal yakni 100,0%. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh sivitas akademika pengelola program studi telah sepenuhnya menginternalisasi visi keilmuan dalam pelaksanaan Tridharma maupun layanan akademik.
- Pihak Eksternal (Pengguna Lulusan & Alumni): Tingkat pemahaman berada pada angka 76,0% (Pengguna Lulusan) dan 73,1% (Alumni). Ini menjadi baseline yang baik, menunjukkan lebih dari 3/4 pihak eksternal memandang kompetensi lulusan relevan dengan visi dan ekspektasi dunia kerja.
- Mahasiswa: Secara keseluruhan berada di angka 86,8%. Diperlukan pembedahan data angkatan untuk melihat efektivitas sosialisasi.
Analisis Spesifik Mahasiswa
Karena survei dilakukan pada bulan September (awal tahun ajaran), tingkat pemahaman mahasiswa menunjukkan gradasi logis sejalan dengan masa studi mereka.
Data memvalidasi bahwa proses internalisasi berjalan secara gradual melalui proses pendidikan:
- Mahasiswa Tingkat Akhir (2019): Mencatatkan tingkat pemahaman hampir sempurna (97,6%). Mereka telah melewati tahapan perkuliahan, praktikum, dan interaksi akademik yang kental dengan visi keilmuan.
- Mahasiswa Baru (2022): Berada pada persentase paling rendah (74,4%). Hal ini wajar mengingat mereka baru saja mengikuti PKKMB dan belum memasuki tahapan perkuliahan mendalam pada saat survei dilakukan (September 2022).
Rencana Tindak Lanjut (CQI)
Berdasarkan baseline data tahun 2022, Program Studi merumuskan strategi perbaikan berkesinambungan (Continuous Quality Improvement) untuk siklus tahun berikutnya (2023):
Fokus Pihak Eksternal
Meningkatkan pemahaman Alumni dan Pengguna Lulusan (saat ini ~74%) dengan menyebarkan newsletter profil lulusan dan mengundang alumni/praktisi dalam agenda kuliah tamu.
Fokus Mahasiswa Baru
Mempercepat akselerasi pemahaman mahasiswa baru agar gap dengan kakak tingkat tidak terlalu jauh. Penyebutan visi keilmuan diwajibkan pada pertemuan pertama setiap mata kuliah semester 1.